Nanda's Blog

Share a smile, Share information

Mengenal Hanbok February 1, 2011

Filed under: Korea — nanda @ 11:50 pm
Tags: , ,

Untuk penggemar drama korea tentunya sudah terbiasa melihat Hanbok (korea selatan) atau choson-ot (korea utara). Hanbok merupakan pakaian tradisional masyarakat korea. Hanbok memiliki warna-warna cerah serta tidak memiliki saku. Hanbok yang ada saat ini lebih mengikuti gaya pakaian pada masa dinasti Joseon yang digunakan pada acara semi formal atau formal dalam suatu perayaan.

Beberapa elemen dasar hanbok yang bekembang saat ini seperti jeogori atau baju, baji (celana) dan chima(rok) diduga telah dipakai sejak dulu.

Hanya pada zaman Tiga Kerajaan pakaian sejenis ini mulai berkembang. Hal ini terlihat pada lukisan di situs makam Goguryeo. Pada,lukisan tersebut digambarkan laki-laki dan wanita pada saat itu memakai celana panjang yang ketat dan baju yang berukuran sepinggang.

Pada akhir zaman Tiga Kerajaan, wanita dari kalangan bangsawan mulai memakai rok berukuran panjang dan baju seukuran pinggang yang diikat di pinggang dengan celana panjang yang tidak ketat, serta memakai jubah seukuran pinggang dan diikatkan di pinggang.

Periode Goryeo

Ketika Dinasti Goryeo (918–1392) menandatangani perjanjian damai dengan Kerajaan Mongol, raja Goryeo menikahi ratu Mongol dan pakaian pegawai kerajaan  mengikuti gaya Mongol. Sebagai hasil dari pengaruh Mongol ini, rok (chima) jadi sedikit lebih pendek. Sedangkan Jeogori (baju untuk tubuh bagian atas) diikat ke bagian dada dengan pita lebar, sedangkan lengan bajunya didesain agak ramping.

Periode Joseon

Pada masa Dinasti Joseon, jeogori wanita secara perlahan menjadi ketat dan diperpendek. Pada abad ke-16, jeogori agak menggelembung dan panjangnya mencapai di bawah pinggang. Namun pada akhir abad ke-19, Daewon Gun memperkenalkan Magoja, jaket bergaya Manchu yang sering dipakai hingga saat ini.

Chima pada masa akhir Joseon dibuat panjang dan jeogori menjadi pendek dan ketat. Heoritti atau heorimari yang terbuat dari kain linen difungsikan sebagai korset karena begitu pendeknya jeogori.

Kalangan atas memakai hanbok dari kain rami yang ditenun atau bahan kain berkualitas tinggi, seperti bahan yang berwarna cerah pada musim panas dan bahan kain sutra pada musim dingin. Mereka menggunakan warna yang bervariasi dan terang. Rakyat biasa tidak dapat menggunakan bahan berkualitas bagus karena tidak sanggup membelinya.

Umumnya dahulu kaum laki-laki dewasa mengenakan durumagi (semacam jaket panjang) saat keluar rumah.

Aksesori untuk kepala

untuk aksesori/hiasan pada kepala juga terdapat macam-macam hiasan, baik pria maupun wanita memelihara rambut mereka menjadi panjang. Pada saat mereka menikah, mereka mengkonde rambutnya. Pria mengkonde (mengikat) rambutnya sampai atas kepala (sangtu) , sedangkan wanita mengkonde sampai batas di belakang kepala atau di atas leher belakang.

Gache

Gache adalah wig besar dikenakan oleh wanita Korea. Perempuan dari latar belakang sosial yang tinggi dan gisaeng memakai wig (gache) (pernah liat kan di drama Hwang Ji Yi). Sempat muncul anggapan pada zaman dulu memakai gache semakin besar dan berat gache berate semakin besar juga nilai estetikanya. Untung hal ini tidak berlanjut sekarang karena hal ini dapat membahayakan si pemakai yang tidak kuat menahan beban di kepala mereka.  Umumnya gache  dihiasi dengan benda sutra, aksesoris emas, permata, perak, karang, giok dll.

Jokduri


Gache sempat dilarang di istana pada abad ke-18 karena dianggap membahayakan serta bertentangan dengan nilai-nilai Konfusianisme serta pengendalian diri.  Pada wanita yangban (bangsawan) abad ke-19 mulai memakai jokduri, topi kecil sebagai pengganti gache tersebut. Namun gache masih menikmati popularitas yang luas di kalangan gisaeng. Termasuk dekorasi, dan tradisional pernikahan. Gache biasanya beratnya sekitar 3 sampai 4 kg.

Gat

Pria menggunakan gat, topi yang dianyam dari rambut kuda, yang juga bervariasi model dan bentuknya sesuai status atau kelas. Gat biasanya dikenakan oleh pria pada saat pergi keluar rumahatau menghadiri acara-acara penting. Gat memiliki pinggiran yang luas dan lebar yang dinamakan yangtae, dan bagian tengahnya berbentuk tabung tinggi. Pengencang gat adalah tali yang diikatkan di bagian bawah dagu. Masyarakat korea telah mengenakan gat semenjak zaman tiga kerajaan (37 SM-668 M) untuk melindungi kepala dari sinar matahari dan hujan.  Pada pertengahan zaman Dinasti Joseon (abad 16-17), gat dikenakan sebagai lambang satus sosial oleh kaum bangsawan dan ilmuwan dan bagian penting dari pakaian sehari-hari, Gat dipandang sebagai alat yang membedakan bangsawan dengan mereka yang tak berbudaya.

 

7 Responses to “Mengenal Hanbok”

  1. info yang menarik tentang pengertian hanbok.. sukses selalu

  2. Ah…
    Kren bgt ya,jd pngen pke hanbok!
    Soalnya hanbok itu ckup menutup aurat dan gak ketat…
    Jadi bgus bgt !!
    Ada gak ya,yg jual hanbok di sini,tp dngan kualitas bgus dan harga yg terjangkau tentunya…
    He…..
    Mau hanbok……
    (ngarep tingkat tinggi he…)

  3. sekar Says:

    pengen bisa make hanbok yang warnanya pink…so cute…

  4. Song Eun Sun Says:

    terimakasih postingannya, sangat bermanfaat.

    Silahkan berkunjung ke rumah saya juga ^^ lets share


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 187 other followers