Nanda's Blog

Share a smile, Share information

Dancing with the angel of death November 17, 2011

Filed under: Pemikiranku — nanda @ 2:23 pm

Irama lagu mulai mengalun

tapi aku tak beranjak dari tempatku

di aula yang penuh dengan tawa dan canda aku tak menemukan yang pantas

berulang kali tawaran dengan senyum menghampiri

namun aku hanya bisa menolak dengan lemah

aku menanti Dia seorang

Memejamkan mata karena lelah akan penantian ini

Namun sebuah sapuan lembut pada tanganku yang terasa sejuk memaksa aku membuka mata

Dia ada dihadapanku

dia yang kunanti

Tanpa sepatah Kata ia menuntunku berjalan melewati semua orang yang sedang menikmati keindahan yang ditawarkan dunia

Menaiki tangga menuju sebuah pintu kebebasan

Rasa dingin namun menyenangkan mulai merasuki tubuhku

Aku bahagia

Memulai tarian dengan langkah yang pelan dan lembut

Senyum dingin selalu nampak di wajahnya

aku bahagia akhirnya aku melihat senyum dingin itu

aku merindukan ini semua

Perlahan Dia mulai menarikku mendekat

Rasa dingin mulai menjalar

Kebekuan begitu merasuki hatiku

Akhirnya ia bertanya

“Apakah benar ini yang kamu inginkan?”

“Memohonlah Jika ingin aku berhenti”

Aku tersenyum dengan sisa tenagaku

dan menggeleng lemah

“Sejak aku menginjakkan kaki pada Aula itu tujuanku hanya satu”

“aku ingin anda membawaku pergi dari tempat ini”

“sakit dan semua siksaan ini aku dapat menahannya”

“impianku hanya ingin lepas dari tempat ini”

Dia hanya tertawa dan menggelengkan kepala

“Kamu dapat memiliki yang kamu inginkan ditempat ini”

“banyak yang akan menunggumu disini”

Aku terdiam sesaat

“Apa artinya jika aku dapat memiliki semua tapi aku tidak menemukan kebahagiaan?”

“Banyak orang menungguku tapi apakah mereka benar-benar memerlukanku”

“Tolong jangan bertanya lagi”

“Semua alasan ku ini tentu sudah anda ketahui”

“Maukah anda melanjutkan dan menyelesaikan tarian ini?”

“Sungguh aku berharga dapat berada di genngaman tangan anda lagi”

“Terima kasih”

Dia meraihku kembali

Tanpa ragu dia mulai memelukku kembali

Siksaan terasa disetiap bagian tubuhku

Kebekuan ini mulai membekapku

Namun hatiku sendiri mulai terasa hangat

Airmata terakhir yang mengalir dari mataku

Airmata bahagia yang aku impikan

“Aku mencintaimu” bisikku parau

Dia tidak tersenyum dingin lagi namun tersenyum hangat

“Aku tau” Jawabnya

Perlahan pandanganku mulai memudar

Aku lepas

aku bebas

Aku tidak ada lagi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s