Nanda's Blog

Share a smile, Share information

Tangisan July 27, 2012

Filed under: Cerita Otak,Pemikiranku — nanda @ 8:19 pm

Jaman dulu kala, ada suatu tempat, dimana semua penduduknya tidak ada yang menangis,bahkan mereka tak tau apa itu kesedihan. Mereka hanya tau cara untuk selalu menerima. Suatu hari terdamparlah seorang perempuan dari negeri seberang.

Saat penduduk asli itu menemukan mereka, mereka terkejut karena perempuan tersebut mengeluarkan suara aneh disertai air yang keluar dari matanya. Mereka menganggap bahwa perempuan itu mengidap penyakit.

Tak berapa lama perempuan itu diijinkan tinggal di tempat tersebut. Perempuan tersebut setiap hari hanya menangis, penduduk disana pun khawatir karena takut jika tubuh perempuan itu akan mengkerut, karena semua cairan ditubuhnya keluar.

Lalu seorang penduduk bertanya tentang penyakit aneh yang dideritanya.Perempuan itu berkata ini bukan penyakit, tapi ekspresi kesedihan karena terdampar jauh dari tempat asalnya.

Penduduk tempat tersebut terheran-heran mendengar kata yang asing tersebut.”Apa itu sedih?” tanya salah seorang diantaranya.

“Sedih itu sebuah perasaan yang menyiksa pikiran, memaksa kita untuk mengingat hal yang menyakitkan,yang kita benci, dan mungkin yang terlalu kita rindukan.” jawab perempuan tersebut.

“Lalu kenapa harus mengeluarkan air dari mata jika kita sedih?” tanya penduduk tersebut kemudian. “Sedih membuat tubuh kita dihantui rasa sakit yang harus dilampiaskan dengan suatu cara, agar perasaan sakit menjadi sedikit berkurang. Dan mengeluarkan airmata atau yang disebut menangis adalah salah satu cara paling alami yang diberikan pada manusia.” kata perempuan tersebut.

“Apakah dengan menangis sakit yang dirasa bisa hilang?” Lanjut penduduk tersebut dengan wajah tertarik. “Bagi sebagian manusia hal itu dapat meringankan perasaan sakit, walaupun tidak sepenuhnya hilang.” jelas sang perempuan dengan pelan.

“Kalau begitu percuma menangis jika hanya “mengurangi sakit sedikit, kamu membahayakan nyawa dengan membuang semua cairan di tubuhmu untuk sesuatu yang hanya dapat mengurangi sedikit sakit.” . “Sebaiknya hentikan tindakan penyiksaan diri itu, terimalah apa yang memang harus diterima, maka kamu tidak akan merasa sakit lagi seperti kami!” kata penduduk tersebut dengan wajah gusar.

Perempuan itu kemudian berkata “ini bukan menyiksa diri, namun salah satu wujud penerimaan yang akan perlahan tubuh kita terima dengan sangat lembut. Jika kita telah lelah menangis maka tubuh akan merespon dengan memberi rasa lega dan menghapus sedikit demi sedikit sakit yang tersisa. Sehingga suatu saat jika kita mengenang peristiwa yang menyakitkan ini tubuh hanya akan mengingat perasaan lega dan menjadi sebuah kenangan indah dan penerimaan walaupun berawal dari rasa sakit.”

Perlu waktu lama bagi penduduk tempat tersebut untuk menerima pemikiran yang masih asing dalam pikiran mereka, sementara sang perempuan mulai hidup tenang di tempat tersebut walaupun terkadang masih menangis.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s