Nanda's Blog

Share a smile, Share information

Cerita ku dengannya January 14, 2013

Filed under: Pemikiranku — nanda @ 9:56 pm
Tags: , , , ,

Hari itu awal libur kelas 3 SMA, aku  dipaksa buat ikut latihan mengemudi. Hari pertama latihan, aku berlatih bersama 1 kakak perempuan. Setelah berhari-hari aku mulai ngobrol dengan kakak perempuan itu buat ngusir bosan. Ntah pada hari keberapa tiba-tiba sang pelatih berhenti tepat di depan kantor saat sesi latihan, karena ada anak baru yang ikut. Waktu itu aku belum mendapat giliran jadi duduk dikursi belakang dan mendapat tugas memanggil si anak baru. Akhirnya begitu mobil berhenti, aku turunkan jendela dan melihat seorang cowok sedang duduk di depan kantor, aku hanya memandangnya sekilas dan menganggukan kepala memberi tanda untuk masuk kedalam mobil.

Selama beberapa hari aku tak memperhatikan cowo itu, hingga suatu hari sembari menunggu giliran aku bermain dengan handphoneku dan cowok disebelahku mendengarkan mp3, jaman itu mp3 lagi populer banget. Namun tiba-tiba dia menoleh ke arahku dan bertanya “mau dengerin lagu?” sambil menyerahkan salah satu earphone nya kepadaku, aku memandang sekilas dan berpikir “why not”. Akhirnya sambil menelusuri jalan aku berbagi earphone dengannya. Ga berapa lama dia bertanya nama dan sekolah.

Sampai di hari terakhir latihan dia memberanikan diri untuk minta no handphone ku, aku memberinya no handphoneku dan aku pun turun dari mobil. Sesuatu yang mungkin bisa ditebak, akhirnya pada satu kesempatan aku keluar dengannya. Dan setelah itu aku dan dia tak pernah saling menghubungi lagi.

Akhir 2010 aku bertemu dengannya kembali berkat salah satu jejaring sosial. Dan kami mulai dekat kembali. Aku menyukainya, namun tak semudah itu untuk dapat bersama, satu hal yang aku kagumi darinya dia bersedia menungguku tanpa kepastian. You and Me Forever

Banyak hal yang harus dilewati hingga akhirnya aku dan dia resmi berpacaran. Namun ternyata kondisi yang saling berjauhan membuat aku tak mampu mengontrol diri, sikap mudah marahku dan egois membuatku selalu tersiksa. Ditambah aku merasa dia terlalu ramah terhadap semua perempuan. Juga pengakuan darinya, pada suatu malam dia mengatakan di dalam hatinya akan selalu mengingat perempuan yang dia sukai sejak lama namun tak bisa dia ungkapkan. Rasanya dunia runtuh seketika, selalu seperti ini, selalu aku menyukai orang yang tak pernah menyukaiku dengan tulus pikirku. Namun aku menahan diri, aku bersikap seolah itu bukan masalah, walaupun hatiku sakit mendengar semuanya.

Apakah aku ga berhak untuk hidup bahagia dengan satu orang yang aku sayangi dan menyayangiku juga?? Haruskah aku kembali menjadi perempuan mati rasa hanya untuk membentengi diri dari sakit yang harus aku dapatkan. Aku cukup lelah dan ingin segera mengakhiri semua siksaan ini.

Tak lama setelah itu aku berusaha untuk melupakan semua hal yang aku pernah dengar dan mencoba tetap bertahan dengannya. Terlebih lagi dia memperlihatkan sikap yang selalu menyayangiku. Aku menghabiskan beberapa bulan terindah dengannya, dengan semua godaannya terhadapku, tingkah kekanakannya yang selalu membuatku kesal, namun hal itu membuat aku makin menyayanginya dibanding semua pria yang dulu pernah bersamaku.

Aku mulai menata kembali semua perasaanku kepadanya. Berharap ga ada lagi cobaan ataupun rintangan yang terlalu berat untuk aku lewati. Dia menemani disaat aku kehilangan kepercayaan diri dan disaat aku benar-benar terjatuh.Walaupun pertengkaran kadang muncul, bisa dibilang karena sikap bandel dan cuekku,  namun hal itu aku anggap wajar karena kami masih dalam proses untuk saling mengenal. Aku nyaman bersama dengannya. Dan aku benar-benar berharap dia selesai untuk dekat ataupun memikirkan perempuan lain yang ntah aku tak tau siapa. Aku menggantungkan harapan terakhirku kepadanya. Berdoa semoga dia selalu ada didekatku dan menyayangiku selalu.

Tapi saat jarak kembali memisahkanku dengannya, aku kembali menghadapi berondongan  nasehat-nasehat dan pertanyaan dari seseorang yang aku hormati,aku sendiri bingung untuk menjawab ataupun menanggapi nasehat tersebut. Acara perkenalan dengan beberapa pria yang cukup membosankan untukku. Kejadian itu terus berulang hingga  pertahanan diriku mulai goyah. Tumpukan kejadian membuat hubungan ku dengannya terganggu. Komunikasiku dengannya mulai terganggu, aku yang mulai ragu, kecurigaanku terhadapnya, hubungannya dengan mantannya dan entah perempuan yang mana lagi, tingkah lakunya serta semua hal membingungkan yang harus aku hadapi sendiri. Emosiku yang gampang tersulut melihat sikapnya yang selalu membela perempuan itu dibanding aku. Akhirnya aku tak tahan lagi dan memutuskan untuk menghentikan semua ini. Aku ga sanggup lagi, semua hal ini membingungkan, entah mana hal yang harus kupercaya, mana hal yang terbaik, mana hal yang benar, semua itu membuatku gila.

Aku hanya bisa menangisi semuanya hingga hari ini. Aku sendiri belum tau apakah keputusanku itu benar atau salah. Aku bingung, walaupun aku masih menyayanginya hingga hari ini, namun suasana kacau di hati, semua pertanyaan, semua hal masih belum jelas untukku. Aku mencoba beralih namun aku tau itu semu. Atau itu hanya ilusi ciptaanku sendiri untuk mencoba melupakannya? entahlah.

Mungkin kesendirianku saat ini cara terbaik untuk meredakan seluruh kekacauan di pikiran dan hatiku. Biarkan waktu yang menyembuhkan lukaku, biarkan waktu yang menghapus airmata yang masih mengalir hingga hari ini saat aku mengingat tentangnya. Biarkan waktu yang memutuskan mana hal terbaik untuknya dan untukku. Aku menyayanginya, dia selalu aku rindukan. |<

 

One Response to “Cerita ku dengannya”

  1. lilyava Says:

    Masih suka sombong tari?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s