Nanda's Blog

Share a smile, Share information

Perbatasan April 4, 2013

Filed under: Pemikiranku — nanda @ 9:10 pm

Saat aku mengucapkan pisah
Hanya terpikirkan semua keburukanmu
Aku tak menangis
Aku tak menyesal
Kamu tak berkata apapun
Kamu tak membantah apapun tuduhanku
Kamu hanya membiarkan aku pergi

Aku marah padamu
Tuduhanku terasa benar saat itu
Aku membencimu
Aku memusnahkan semua kenangan kita
Aku marah padamu

Aku melampiaskan semua kekecewaanku dengan brutal
Aku menghancurkan diriku
Aku berharap kamu sakit melihatku yang hancur
Aku berharap kamu menyesal telah membiarkan aku pergi

Aku membencimu
Aku mengingatmu di setiap kesendirianku

Kamu berdiri didepanku tiba-tiba
Tak berkata sepatah katapun
Hanya menatapku secara sepintas
Hanya terdiam tanpa kata
Melewati malam itu dalam diam

Aku tak tahan lagi
Aku menginginkamu di pelukanku
Aku merayumu
Kamu Bersikap dingin
Tapi tak menolakku

Aku tak peduli akan harga diriku
Aku tak peduli semua kemarahanku
Aku hanya ingin kamu malam itu

Namun Sikap dinginmu tetap terpancar
Aku menangis saat kamu pergi
Aku memohon kamu menemaniku malam itu
Namun kamu tegas menolak

Aku kembali tersakiti
Aku kembali percaya pada tuduhanku sendiri
Aku bersikap angkuh kembali

Saat aku berhasil mengalihkan perhatianku
Kamu datang kembali
Dengan canda tawamu yang mampu meluluhkan hatiku lagi

Aku menyerah
Aku tak peduli jika aku terlihat bodoh atau tak berharga
Asal aku bisa menyentuhmu aku bahagia
Walaupun aku sadar itu hanya sementara
Sementara dan tanpa ikatan
Walaupun aku selalu menangis sendirian setelahnya
Aku tak peduli
Kamu telah mengambil Hatiku

Hari inipun demikian
Mengemis waktumu adalah kegiatanku saat ini
Aku tak punya rasa malu lagi
Aku tak punya apapun yang harus aku lindungi lagi
Aku bahagia saat membayangkan akan menemuimu
Aku menangis saat kamu membatalkannya

Aku tak peduli seberapa banyak kamu mendorongku menjauh kemudian menarikku kembali lalu mendorongku lagi
Karena aku tak punya harga diri lagi saat dihadapanmu

Sekalipun Kamu akan pergi
Sekalipun Kamu berkata aku tak punya kesempatan lagi
Aku tak memikirkannya
Aku hanya tersenyum gembira saat kamu masih mau menemuiku
Aku tertawa bahagia saat kamu menggodaku
Hariku menjadi cerah saat melihatmu
Aku telah jatuh terdalam pada rasa sukaku padamu

Aku hanya melihatmu saat ini
Sekalipun kamu takkan pernah mau menatapku kembali
Aku hanya menginginkanmu dalam hidupku
Sekalipun kamu tak pernah menganggapku lagi

Aku tersenyum dalam ketakberdayaanku saat ini
Aku tak pernah tau tentang perasaanmu yang sesungguhnya terhadapku
Apapun perasaanmu
Entah itu hanya naluri
Entah itu hanya keadaan
Atau memang kamu masih menyayangiku
Aku tak tau
Kamu hanya diam dan menerawang jauh

Aku akan merindukanmu
Sekalipun aku telah terbiasa menjalani hariku tanpamu
Pergilah dan temui masa depanmu
Aku akan tetap ditempat ini
Aku akan tetap terdiam disini
Tetap terdiam

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s